WeCreativez WhatsApp Support
PT. Bangun Renov Indonesia
Perlu bantuan ?
  • Tembok retak rambut pada rumah

8 Tips Mencegah Tembok Rumah tidak Mudah Retak Rambut

Saat membangun rumah, tentu anda ingin agar permukaan dinding tidak mudah retak. Karena jika permukaan dinding retak, anda harus membetulkan atau merenovasi bangunan lagi. Dan hal ini akan menambah biaya yang harus anda keluarkan. Karenanya, anda harus tahu beberapa tips yang bisa mencegah tembok retak rambut tidak terjadi.

Untuk memastikan permukaan dinding dibuat dengan baik, anda harus memerhatikan proses saat pembuatan. Terutama saat finishing atau proses di akhir. Banyak kesalahan dilakukan pada proses ini. Padahal, proses ini terbilang mudah jika dilakukan dengan benar. Lantas apa saja yang harus anda lakukan agar proses pembuatan dinding menghasilkan hasil yang maksimal?

Tips Mencegah Tembok Tidak Mudah Retak Rambut

Ada beberapa tips yang bisa membuat tembok dinding anda tidak mudah retak. Di antara dengan memerhatikan beberapa hal. Mulai dari waktu pemlesteran dan pengacian. Selain itu, anda juga harus memerhatikan soal kelembaban dinding tembok, tebal tipisnya lapisan, dan soal lubang atau celah yang ada di dinding.

Lantas bagaimana tips khusus membuat tembok dinding kokoh dan tidak mudah retak? Berikut ulasan lebih jelasnya :

  • Pertama, perhatikan proses acian dinding terutama pada proses plesteran. Jika kualitas plesteran baik, bisa dipastikan acian dinding akan maksimal dan berkualitas. Cara mengetahui kualitas plesteran baik atau tidak adalah dengan memastikannya halus dan rata. Jangan sampai plesteran tidak rata misalnya sebagian tipis sebagian tebal.

Atau bisa juga dilihat dari adonan semen. Pastikan adonan rata sehingga saat pelapisan pun rata. Jangan sampai ada gumpalan semen yang digunakan untuk pelapisan. Jika ada gumpalan, besar risiko dinding akan menghasilkan retakan, lubang, ataupun celah kecil di dindingnya. Dan Jika ini terjadi, risiko dinding rusak dengan cepat sangat tinggi.

  • Jangan menggunakan pasir plesteran yang mengandung lumpur. Hal ini karena bahan yang mengandung lumpur bisa membuat permukaan dinding menyusut saat kering. Jika menyusut dinding akan membentuk retakan rambut atau retakan kecil. Gunakanlah bahan lain yang tidak membuat dinding menjadi menyusut. Gunakanlah bahan yang jika kering kondisi tetap sama.
  • Perhatikan waktu melakukan pemlesteran. Jangan melakukan plesteran jika dinding bata masih basah. Jika hal ini dilakukan, air bisa terperangkap dan membuat dinding lembab. Kelembaban ini bisa membuat dinding tidak kokoh dan mudah retak. Untuk itu, pastikan dinding bata sudah kering sehingga dinding tidak mudah rusak.

Caranya, sesaat sebelum pemlesteran, cek terlebih dahulu kondisi dinding bata. Jika masih basah atau masih lembab, alangkah baiknya tunggu hingga benar-benar kering. Baru jika sudah kering, anda bisa melakukan pemlesteran.

Baca Juga : Pilihan Warna Cat Dinding yang Terbukti Dapat Memperbaiki Suasana Hati

  • Perhatikan waktu pengacian. Jangan melakukan pengacian jika plesteran belum kering. Pengacian yang dilakukan saat plester belum kering bisa memperburuk kualitas dinding. Batas waktu yang tepat untuk melakukan pengacian adalah dua sampai tiga minggu untuk dinding dalam. Dan kurang dari dua minggu untuk dinding luar.
  • Sebelum melakukan pengacian, basahi dinding dengan air. Langkah ini dilakukan agar pengacian tidak cepat kering. Ini dilakukan karena semen putih membutuhkan air untuk hidrasi. Jika acian mudah kering maka hasil yang didapat bisa lunak dan berdebu.
  • Pastikan kelembaban plesteran cukup. Untuk menghasilkan hasil dinding yang baik, lakukan pemolesan sekitar 20-30 menit. Jika dilakukan kurang dari 20 menit, plesteran bisa terlalu kering, sedang jika dilakukan lebih dari 30 menit, plesteran bisa terlalu lembab.
  • Perhatikan tebal acian. Biasanya, kesalahan yang paling sering dilakukan dan membuat tembok dinding mudah rusak adalah karena tebal dan tipisnya pengacian tidak benar. Ya, Kualitas dinding juga bisa diperhatikan dari tebal tipisnya acian. Tebal acian harusnya antara 1-3 mm.

Kurang 1 mm dianggap terlalu tipis dan akan cepat mengering. Sedangkan jika lebih dari 3 mm termasuk terlalu tebal dan akan sulit kering. Jika lapisan pertama kurang dari 1 mm, lakukan pelapisan ulang. Namun, lakukan saat lapisan masih basah. Karena jika dilakukan saat sudah kering, kualitas tidak akan maksimal dan justru membuat dinding mudah rusak.

Baca Juga : Cara Tepat Membantu Anda Memulai Bangun Rumah dengan Hemat

  • Jangan sampai ada lubang. Anda harus memastikan tidak ada lubang atau celah udara di hasil pelapisan. Celah udara dan lubang inilah yang akan membuat kualitas dinding buruk dan dinding jadi mudah rusak. Saat melakukan pelapisan, pastikan pelapisan anda rata dan halus sehingga risiko adanya lubang atau celah kecil.

Cara mudah menghindari lubang ini adalah dengan memastikan waktu pelapisan, pengadukan bahan yang rata, serta memerhatikan tebal tipisnya pelapisan. Dengan memerhatikan itu semua, risiko adanya lubang dan celah akan sedikit.

Di atas adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mencegah dinding tembok retak rambut tidak terjadi. Di antaranya dengan memerhatikan waktu pengacian, memerhatikan tebal tipisnya pelapisan, memerhatikan waktu melakukan pemlesteran, dan memerhatikan ada tidaknya lubang di lapisan. Dengan memerhatikan hal di atas, dinding tembok anda tidak akan mudah rusak dan retak.

Salam,

Jasa Kontraktor Bangunrenov

August 30th, 2019|berita, Tips|Comments Off on 8 Tips Mencegah Tembok Rumah tidak Mudah Retak Rambut